Arctera Classification hadir sebagai solusi cerdas untuk mengatasi kompleksitas pengelolaan data komunikasi bisnis yang masif. Produk ini mengotomatisasi proses kategorisasi komunikasi melalui penerapan label, tag, dan metadata berdasarkan kebijakan yang telah ditentukan, sehingga organisasi dapat memastikan tata kelola yang konsisten pada alur kerja supervision, retention, dan discovery tanpa harus melakukan proses manual yang memakan waktu.
Sistem ini bekerja dengan menganalisis konten dan konteks secara real-time saat data masuk (ingestion), mencakup berbagai kanal seperti email, messaging, voice, hingga platform kolaborasi. Dengan menggabungkan Natural Language Processing (NLP), deteksi bahasa, dan analisis sentimen, Arctera mampu mengidentifikasi indikator risiko, relevansi regulasi, serta konteks bisnis yang jauh lebih mendalam dibandingkan sekadar pencarian kata kunci tradisional.
Implementasi solusi ini memberikan dampak bisnis yang signifikan dengan mengurangi beban review manual hingga 67% melalui scoring relevansi yang akurat. Selain itu, organisasi dapat memperkuat pertahanan regulasi (regulatory defensibility) melalui audit trail yang transparan, meminimalkan risiko over-retention data, dan memastikan kepatuhan terhadap standar global seperti GDPR, HIPAA, dan PCI secara otomatis.
Fitur Utama
- Policy-Driven Classification: Menerapkan klasifikasi otomatis berbasis kebijakan pada email, voice, dan messaging untuk memastikan konsistensi tata kelola.
- Advanced Risk Detection: Menggunakan lebih dari 1.400 pola terlatih untuk mendeteksi PII, perilaku misconduct, dan sinyal risiko regulasi secara presisi.
- Intelligent Content Analysis: Mengintegrasikan NLP dan sentiment analysis untuk memahami konteks komunikasi di luar sekadar keyword.
- Unified Governance Workflow: Menghubungkan hasil klasifikasi langsung ke proses archiving, surveillance, dan eDiscovery tanpa perlu memproses ulang data.
Mengapa Arctera Classification?
Berbeda dengan solusi klasifikasi tradisional yang kaku, Arctera Classification menawarkan transparansi penuh melalui explainable classification, di mana setiap keputusan klasifikasi didukung oleh confidence scoring dan logika yang dapat divalidasi. Kemampuannya untuk menerapkan satu taksonomi kebijakan yang seragam di seluruh sumber data—mulai dari chat hingga transkrip suara—menghilangkan silo informasi dan mencegah inkonsistensi data yang sering terjadi pada sistem terpisah. Hal ini memberikan efisiensi operasional yang jauh lebih tinggi bagi tim compliance dan IT infrastructure.
Untuk Siapa?
Compliance Officer, Data Privacy Officer, dan IT Infrastructure Manager di perusahaan skala enterprise, terutama pada industri finansial, kesehatan, dan hukum.
Cocok Untuk
- Sektor jasa keuangan yang membutuhkan pengawasan ketat terhadap misconduct karyawan dan kepatuhan regulasi perdagangan.
- Perusahaan skala global yang harus mengelola privasi data lintas wilayah sesuai standar GDPR, HIPAA, dan PCI.